DAFTAR HAJI / UMROH DI BLITAR

Assalamualaikum wr.wb                                                          لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl

Ayo kita daftar Haji / Umrah di Blitar sekarang,

Kenapa ? karena Pengurangan kuota haji Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi tahun ini membuat calon jamaah haji Blitar dan daerah lain berkurang dan menjadi penundaan keberangkatan haji

Padahal haji adalah Rukun Islam yang harus di jalankan jika kita sudah mampu lhoo

baca yuu KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH DALAM ISLAM

dan kewajiban haji menurut Alquran yang Agung dan Indah

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi

bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata,

(diantaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu)

menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia

terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan

ke Baitullah. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban haji,

maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu)

dari semesta alam. (QS. Ali Imran : 96-97)

Jadi Kamu calon haji Blitar harus daftar yaa, jangan menunggu tua untuk naik Haji, Naik Haji lebih enak masih Muda, tapi untuk calon haji Blitar manula belum terlambat kok, dan walau terasa daftar haji nya terlambat, ada pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, calon jamaah haji Blitar boleh daftar haji di daerah mana aja, asalkan Naik Haji Sesuai Sunah Rasulullah SAW, namun secara Ekonomis saran kami daftar di biro / travel Haji Blitar Aja, kenapa… ini dia Alasnnya kamu lebih untung daftar haji di agen daftar haji Blitar

  • Tentunya biro perjalanan haji Blitar, ber ibadah Haji dan Umroh sesuai tuntunan Quran dan Sunah
  • Calon Jamaah haji Blitar cukup membayar tanda jadi (DP) Rp. 3,5 juta untuk umroh/haji reguler dan Rp. 5 juta untuk Haji Plus, selanjutnya bisa dicicil/menabung sendiri.
  • Silaturahmi bisa berkembang dan berlanjut seiring waktu untuk mengingat nikmatnya ber ibadah haji, silaturahmi dengan jamaah satu pembrangkatan dan kloter haji Insya Allah akan terpenuhi dengan Reuni Haji, jamaah se Blitar dan daerah Lainnya.
  • Bila mempromosikan Umroh / Haji Reguler / Haji Plus melalui Sistem Kami, Jamaah Haji atau Umroh berpeluang mendapatkan Umroh / Haji Reguler / Haji Plus Gratis, karena mendapatkan komisi yang besar, dan Anda bisa mendapatkannya sampai hari tua bahkan bisa diwariskan, hanya setelah yang bersangkutan membayar tanda jadi (DP) saja.
  • Selain beribadah, Anda juga bisa menolong orang lain untuk ibadah Umroh/Haji Plus sama seperti Anda
  • Dan jika Calon Haji Blitar ingin berbinis haji, kami akan buatkan Profil kamu beserta kontaknya di web kami, dan bisa di promosikan san menjadi kontak utama di halaman travel haji Blitar
  • Kami juga memberi kemudahan untuk Alumni haji Blitar, untuk membeli oleh oleh haji di Blitar dengan harga diskon

Berbagai macam kemudahan kemudahan dalam persiapan surat surat untuk naik haji calon jamaah haji Blitar seperti Pasport Haji dan Visa Haji, asalkan syarat syarat pembuatan Pasport Haji dan Visa Haji Blitar lengkap, untuk kelengkapan syaratnya bisa di lihat di sini

Kemudahan Dalam Berkonsultasi haji atau Umroh untuk jamaah haji Blitar dan daerah lainnya, konsultasi haji/umroh dapat datang langsung , via telefon ataupun email, untuk mengetahui kontak konsultasi haji di Blitar dan Daerah lainnya silahkan klik di sini

Atau jika kamu mau jadi tempat konsultasi haji umroh, langsung daftar aja jadi member bisnis haji/umroh kami, kamu bisa buka travel haji/umroh di Blitar atau daerah kamu, dan akan kami promosikan di halaman kontak konsultasi haji/umrah, kamu akan di telefon banyak orang yang akan berkonsultasi dan ingin naik haji/umroh, keuntungan untuk agen travel Blitar dan travel haji/umroh daerah lainnya bisa di lihat di sini apalagi kalau kamu sudah pernah berangkat haji/ umroh sayang kan kalau ilmu kamu gak di gunakan untuk kemashalatan ummat

Untuk Manasik Haji, calon haji Blitar dapat manasik haji di asrama haji Blitar, travel haji Blitar ,melaksanakan manasik haji di Blitar tiap tahunnya, di ikuti calon jamaah haji Blitar dan sekitarnya, untuk berita seputar haji Blitar dapat di ikuti selengkapnya di berita haji

ONH, Ongkos naik haji indonesia naik tiap tahunnya, ayo daftar sekarang, hubungi agen travel haji Blitar atau agen travel haji daerah kamu, kami juga membuka peluang bisnis haji sebesar besar nya untuk kamu di Blitar dan sekitarnya

hubungi kami sekarang atau catat no telefon di kontak kami

DAFTAR HAJI / UMRAH DI AMBON

Assalamualaikum wr.wb                                                          لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl

Ayo kita daftar Haji / Umrah di Ambon sekarang,

Kenapa ? karena Pengurangan kuota haji Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi tahun ini membuat calon jamaah haji Ambon dan daerah lain berkurang dan menjadi penundaan keberangkatan haji

Padahal haji adalah Rukun Islam yang harus di jalankan jika kita sudah mampu lhoo

baca yuu KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH DALAM ISLAM

dan kewajiban haji menurut Alquran yang Agung dan Indah

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi

bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata,

(diantaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu)

menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia

terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan

ke Baitullah. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban haji,

maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu)

dari semesta alam. (QS. Ali Imran : 96-97)

Jadi Kamu calon haji Ambon harus daftar yaa, jangan menunggu tua untuk naik Haji, Naik Haji lebih enak masih Muda, tapi untuk calon haji Ambon manula belum terlambat kok, dan walau terasa daftar haji nya terlambat, ada pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, calon jamaah haji Ambon boleh daftar haji di daerah mana aja, asalkan Naik Haji Sesuai Sunah Rasulullah SAW, namun secara Ekonomis saran kami daftar di biro / travel Haji Ambon Aja, kenapa… ini dia Alasnnya kamu lebih untung daftar haji di agen daftar haji Ambon

  • Tentunya biro perjalanan haji Ambon, ber ibadah Haji dan Umroh sesuai tuntunan Quran dan Sunah
  • Calon Jamaah haji Ambon cukup membayar tanda jadi (DP) Rp. 3,5 juta untuk umroh/haji reguler dan Rp. 5 juta untuk Haji Plus, selanjutnya bisa dicicil/menabung sendiri.
  • Silaturahmi bisa berkembang dan berlanjut seiring waktu untuk mengingat nikmatnya ber ibadah haji, silaturahmi dengan jamaah satu pembrangkatan dan kloter haji Insya Allah akan terpenuhi dengan Reuni Haji, jamaah se Ambon dan daerah Lainnya.
  • Bila mempromosikan Umroh / Haji Reguler / Haji Plus melalui Sistem Kami, Jamaah Haji atau Umroh berpeluang mendapatkan Umroh / Haji Reguler / Haji Plus Gratis, karena mendapatkan komisi yang besar, dan Anda bisa mendapatkannya sampai hari tua bahkan bisa diwariskan, hanya setelah yang bersangkutan membayar tanda jadi (DP) saja.
  • Selain beribadah, Anda juga bisa menolong orang lain untuk ibadah Umroh/Haji Plus sama seperti Anda
  • Dan jika Calon Haji Ambon ingin berbinis haji, kami akan buatkan Profil kamu beserta kontaknya di web kami, dan bisa di promosikan san menjadi kontak utama di halaman travel haji Ambon
  • Kami juga memberi kemudahan untuk Alumni haji Ambon, untuk membeli oleh oleh haji di Ambon dengan harga diskon

Berbagai macam kemudahan kemudahan dalam persiapan surat surat untuk naik haji calon jamaah haji Ambon seperti Pasport Haji dan Visa Haji, asalkan syarat syarat pembuatan Pasport Haji dan Visa Haji Ambon lengkap, untuk kelengkapan syaratnya bisa di lihat di sini

Kemudahan Dalam Berkonsultasi haji atau Umroh untuk jamaah haji Ambon dan daerah lainnya, konsultasi haji/umroh dapat datang langsung , via telefon ataupun email, untuk mengetahui kontak konsultasi haji di Ambon dan Daerah lainnya silahkan klik di sini

Atau jika kamu mau jadi tempat konsultasi haji umroh, langsung daftar aja jadi member bisnis haji/umroh kami, kamu bisa buka travel haji/umroh di Ambon atau daerah kamu, dan akan kami promosikan di halaman kontak konsultasi haji/umrah, kamu akan di telefon banyak orang yang akan berkonsultasi dan ingin naik haji/umroh, keuntungan untuk agen travel Ambon dan travel haji/umroh daerah lainnya bisa di lihat di sini apalagi kalau kamu sudah pernah berangkat haji/ umroh sayang kan kalau ilmu kamu gak di gunakan untuk kemashalatan ummat

Untuk Manasik Haji, calon haji Ambon dapat manasik haji di asrama haji Ambon, travel haji Ambon ,melaksanakan manasik haji di Ambon tiap tahunnya, di ikuti calon jamaah haji Ambon dan sekitarnya, untuk berita seputar haji Ambon dapat di ikuti selengkapnya di berita haji

ONH, Ongkos naik haji indonesia naik tiap tahunnya, ayo daftar sekarang, hubungi agen travel haji Ambon atau agen travel haji daerah kamu, kami juga membuka peluang bisnis haji sebesar besar nya untuk kamu di Ambon dan sekitarnya

hubungi kami sekarang atau catat no telefon di kontak kami

SYARAT PEMBUATAN PASPOR HAJI

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Paspor berisi biodata pemegangnya, yang meliputi foto pemegang paspor, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan serta kadang-kadang juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual.

Saat ini beberapa negara telah mengeluarkan apa yang disebut e-paspor atau elektronik paspor. e-paspor merupakan pengembangan dari paspor kovensional saat ini dimana pada paspor tersebut telah ditanamkan sebuah chip yang berisikan biodata pemegangnya beserta data biometrik-nya, data biometrik ini disimpan dengan maksud untuk lebih meyakinkan bahwa orang yang memegang paspor adalah benar orang yang memiliki dan berhak atas paspor tersebut.

Paspor biasanya diperlukan untuk perjalanan internasional karena harus ditunjukkan ketika memasuki perbatasan suatu negara, salah satunya untuk keperluan menunaikan ibadah haji. Berikut ini adalah syarat bagi calon jemaah haji yang akan membuat paspor :

  1. Persyaratan permohonan Paspor Biasa untuk pengajuan pertama kali terdiri atas :
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
  2. Kartu Keluarga (KK);
  3. Akte/Surat kelahiran atau surat nikah atau ijazah atau surat keterangan Kepala Kantor Kementerian Agama di provinsi/kabupaten/kota setempat dan Direktorat Pelayanan Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang berisi identitas Jemaah haji; dan
  4. Surat rekomendasi Kepala Kantor kementerian Agama di Kabupaten/Kota setempat.

Persyaratan permohonan Paspor untuk pengajuan penggantian terdiri atas :

.         Paspor lama;

  1. Surat rekomendasi Kepala Kantor kementerian Agama di kabupaten/kota setempat; dan
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku dan Kartu Keluarga (KK) apabila terdapat perubahan.

Bagi Calon Jemaah Haji dengan status bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan karyawan swasta tidak perlu melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan.

Bagi Calon Jemaah Haji yang mengajukan permohonan penggantian paspor hilang yang telah habis masa berlakunya dikenakan persyaratan tambahan berupa surat kehilangan dari kantor Kepolisian Republik Indonesia.

Terhadap Permohonan penggantian paspor hilang yang telah habis masa berlakunya dilakukan proses pemeriksaan dalam Berita Acara Pemeriksaan, dan dapat diberikan penggantian paspor atas persetujuan Kepala Kantor Imigrasi.

foto.ureport.news.viva.co.id

Dalam hal permohonan penggantian paspor hilang yang masih berlaku, dilakukan proses pemeriksaan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan dikirimkan kepada Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia u.p. Kepala Divisi Keimigrasian untuk mendapatkan keputusan penggantian Paspor.

 

PERSIAPAN HAJI UMROH LENGKAP

Persiapan Jasmani / Fisik

Periksa Perbekalan. Seorang jama’ah harus memeriksa perbekalan yang akan dibawa.
Usahakan mengutamakan barang-barang atau perbekalan yang dianggap perlu dan mendesak, seperti perbekalan medis (berupa obat-obatan yang diperlukan ketika sakitnya kambuh, misalnya obat maag, asma/sesak nafas, dan lainnya). Hindari membawa perbekalan berat yang kurang perlu agar tidak menyusahkan ketika dibawa ke bandara atau turun dari pesawat.

Ketahanan fisik. Persiapan jasmani sangat diperlukan mengingat sebagian besar dari kegiatan ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik seperti sa’i (berjalan cepat antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali); thawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali) dan melempar jamrah yang membutuhkan tenaga fisik kuat karena bersentuhan dan mungkin berdesak-desakan dengan orang banyak.

General Check Up. Sebelum berangkat, seorang jama’ah hendaknya mempersiapkan kesehatan fisik dengan cara mengecek kesehatan secara menyeluruh (general check up) yang meliputi cek urine, darah, dan mungkin bantuan alat rontgen. General check-up sangat dibutuhkan agar seseorang bisa mengenali sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Latihan Fisik. Ada baiknya seorang jama’ah berlatih berjalan cepat atau lari-lari kecil sebagai persiapan ketika dalam pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. Baik juga fisik dilakukan di tengah terik panas matahari karena di tanah suci sangat panas di siang hari.

 

Persiapan Rohani/Mental dan Sosial

Konsultasi Keagamaan. Seorang jama’ah selayaknya mempersiapkan diri dengan seperangkat pengetahuan seputar tata cara dan tuntunan ibadah haji dengan cara belajar, baik secara mandiri maupun lebih baik dengan berkonsultasi pada seorang ustadz atau pembimbing haji yang sudah berpengalaman. Ini merupakan bekal berharga agar dia tidak berangkat ke tanah suci dengan pengetahuan yang kosong atau kurang. Seorang jama’ah juga harus mengetahui mawaqit (miqat) dan tempat-tempat khusus yang perlu diketahui jama’ah ketika berada di tanah suci selama pelaksanaan ibadah haji.

Mempelajari Manasik Haji / Umrah. Ada baiknya seorang jama’ah juga mempelajari tuntunan ibadah (manasik) Haji/Umrah, termasuk menghafal beberapa dzkiri dan doa utama yang diajarkan Rasulullah Saw. agar lebih memantapkan hati dan pikiran untuk berdzikir dan bertafakur pada kebesaran Allah Swt. dan keluhuran Rasulullah Saw.

Membersihkan diri. Yang dimaksud membersihkan diri disini adalah jiwa dan hati harus bersih, membuang segala bentuk sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, sombong, congkak, dendam, dan lainnya. Seorang jama’ah juga harus memperbanyak istighfar memohon ampunan dosa dari Allah Swt, meminta maaf dan memberi maaf jika ada kesalahan dan dosa yang pernah diperbuatnya.

Membersihkan Harta. Setiap muslim diwajibkan mencari harta yang halal dan baik dalam seluruh aktivitas ibadahnya, termasuk ibadah haji dan umrah. Allah berfirman, “Maka makanlah yang halal dan baik dari rezeki yang diberikan Allah pada kalian, dan bersyukurlah atas nikmat-Nya jika kalian menyembah hanya pada-Nya (Q.S. An-Nahl 16:114) Seorang jama’ah harus menggunakan harta yang halal dan baik dalam melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Mencukupkan Harta. Yang dimaksud di sini adalah seorang atau pasangan jama’ah harus meninggalkan harta yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah airnya. Seorang jama’ah tidak boleh menunaikan ibadah haji dengan harta yang menjadi satu-satunya sumber kekayaan dimana akan habis dengan pelaksanaan haji dan berakibat mudharat pada keluarga yang ditinggalkannya. Jadi, seorang jama’ah harus juga memiliki kelebihan harta yang bisa memberi jaminan bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Melunasi Hutang. Dia juga harus melunasi hutang-hutangnya sebelum berangkat melaksanakan ibadah haji atau umrah. Seorang jama’ah tidak boleh melaksanakan ibadah haji bila masih tersangkut hutang pada orang lain.

 

Persiapan Administratif

Seorang jama’ah harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, baik di tanah air maupun ketika berada di tanah suci. Pelaksanaan ibadah haji/umrah di tanah air diselenggarakan oleh Departemen Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji.

Adapun syarat-syarat administratif seperti pengisian formulir pendaftaran, tabungan haji, pengelompokan/kloter, pembayaran BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji), dan prosedur lainnya, bisa ditanyakan pada Departemen Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji yang juga mendelegasikan pada setiap kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota yang mewilayahi daerah domisili jama’ah haji/umrah.

Setiap jama’ah bisa bertanya dan berkonsultasi langsung ke kantor Departemen Agama masing-masing yang dianggap paling dekat dari tempat domisilinya.

HAJI ISTILAH ISTILAH HAIJI

Aqabah :
Merupakan salah satu tempat pelemparan jumrah, dengan nama jumrah Aqabah. (Tempat pelemparan jumrah lainnya adalah : Ula dan Wustha)

Arafah :
Tempat jamaah haji melakukan Wukuf. Setiap tanggal 9 Zulhijah Arafah didatangi umat Islam seluruh dunia untuk melakukan Wukuf.

Arbain :
Kegiatan shalat wajib (5 waktu setiap hari) yang dilaksanakan berturut-turut selama 8 hari, sehingga total 40 kali sholat wajib di Masjid Nabawi Madinah

Babus Salam : Nama salah satu pintu masuk ke Masjidil Haram.

Badar : Perang Badar, yang tetap dikenang sebagai peristiwa penting dalam sejarah Pengembangan Islam.

Baitullah : Ka’bah disebut juga Baitullah.

Bier Ali : Merupakan tempat Miqat (mulai memakai ihram). Terletak sekitar 12 kilometer dari kota Madinah.

Binatang Hadyu : Binatang ternak

Dam : Denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran ketentuan saat menunaikan Ibadah Haji atau Umroh

Fidyah : Denda yang dikenakan pada umat Muslim yang melakukan pelanggaraan saat ibadah. Dengan cara : Berpuasa, Memberi makan fakir miskin atau Menyembelih binatang kurban

Green Dome : Merupakan Kubah Hijau yang terletak di area Masjid Nabawi. Di bawah Kubah Hijau ini terletak makam Nabi Muhammad s.a.w.

Gua Hira : Gua tempat Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu pertama (Surat Al-Alaq, ayat 1-5). Gua ini terletak di Bukit/Jabal Nur.Sekitar 5 km di utara kota Mekah.

Hijir Ismail : Salah satu bagian dari Ka’bah. Hijir Ismail ini berbentuk setengah lingkaran, merupakan makam Nabi Ismail AS. dan juga Siti Hajar (ibunda Nabi Ismail AS).

Ifrad : Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.

Ihram : Ihram ialah berniat untuk memulai mengerjakan Ibadah Haji atau Umroh, dengan mengucapkan lafazh niat (tidak hanya dalam hati)

Jamarat : Jamarat, merupakan kata jamak dari Jumroh.(Lihat penjelasan tentang Jumroh) pada kamus istilah di Blog ini.

Jumrah : Tempat pelemparan, yang yang didirikan utk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah SWT.

Kiswah : Penutup Ka’bah. Pada Kiswah dihiasi tulisan ayat suci Al Qu’an yang disulam.

Lafazh Niat Haji : Labbaik Allahumma Hajjan
Lafazh Niat Umroh : Labaik Allahumma Umrotan

Mabit : Bermalam beberapa hari atau berhenti sejenak untuk mempersiapkan pelaksanaan melontar jumroh.Mabit dilakukan di Muzdalifah dan Mina.

Miqat : Miqat adalah tempat atau waktu untuk memulai berniat ihram.

Miqat Makani : Miqat berdasarkan peta atau batas geografis.

Multazam : Multazam adalah dinding yang terletak diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.Merupakan tempat yang sanqat dianjurkan untuk berdoa (Insya Allah do’a yang diminta akan dikabulkan oleh Allah SWT)

Nafar Awal : Disebut Nafar Awal, jika jama’ah meninggalkan Mina pada tgl 12 Zulhijah. Disebuat Nafar Awal krn jamaah lebih dulu meninggalkan Mina,utk kembali ke Mekah dan hanya melontar jumroh 3 hari.Total kerikil yang dilontar jamaah Nafal Awal adalah 49 butir.

Nafar Tsani : Disebut Nafar Tsani atau Nafar Akhir jika jamaah melontar jumroh selama 4 hari (tgl : 10,11,12 dan 13 Zulhijah). Sehingga jumlah batu yang dilontar 70 kerikil.Jamaah baru meninggalkan Mina tgl 13 Zulhijah.

Rukun Haji : Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah

Sa’I : Berjalan kaki atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dengan total 7 kali.

Sunat Haji : Merupakan Sunat (tidak wajib) pada Ibadah Haji.

Sunat Umroh : Merupakan sunat (tidak wajib) pada Ibadah Umroh.

Tahallul : Tahallul adalah mencukur seluruh rambut atau memotong sedikit rambut.Dengan tahalul berarti sudah bebas dari larangan-larangan saat ihram ibadah Haji atau Umroh.

Talang Emas: Merupakan Talang Emas (Mizhab) yang terdapat pada Ka’bah.Posisi Talang Emas ini terletak di atas Hijir Ismail.

Talbiyah : Bacaan Talbiyah : Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa Syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak.

Tamattu : Tahapan Haji, dimana mendahulukan Ibadah Umroh dahulu, diikuti dengan ibadah haji pada bulan Haji

Tawaf : Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran. Dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri orang yg melakukan Tawaf.Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad juga.(Tawaf dilakukan dlm keadaan suci dari hadats dan najis)

Tawaf Ifadah : Tawaf Ifadah disebut juga Tawaf Rukun.Merupakan salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan sendiri.Jika tidak dilaksanakan, hajinya dinyatakan batal.

Tawaf Qudum : Tawaf Salam atau Tawaf Selamat Datang saat baru tiba di Makkah

Tawaf Wada : Merupakan Tawaf perpisahan yang dilakukan ketika akan pulang ke tanah air masing-masing.

Wajib Haji : Wajib Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan padaIbadah Haji, jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda)
Wukuf : Wukuf adalah berdiam di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.Terhitung mulai tergelincir matahari sampai matahari terbenam (maghrib).Wukuf merupakan salah satu rukun haji.Jika wukuf tidak dilaksanakan maka hajinya tidak syah.

Zam-zam : Air yang berasal dari Mata air Zamzam yang terletak di dekat Ka’bah.

DAFTAR HAJI DI JAKARTA YUU

Asslamualaikum, Wr Wb

Yuuk kita daftar Naik Haji /Umroh di jakarta sekarang,

Kenapa ? karena  Pengurangan kuota haji Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi tahun ini membuat calon jamaah haji Jakarta dan daerah lain berkurang dan menjadi penundaan keberangkatan haji

Padahal haji adalah Rukun Islam yang harus di jalankan jika kita sudah mampu lhoo

baca yuu KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH DALAM ISLAM

dan kewajiban haji menurut Alquran yang Agung dan Indah

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi

bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata,

(diantaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu)

menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia

terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan

ke Baitullah. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban haji,

maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu)

dari semesta alam. (QS. Ali Imran : 96-97)

Jadi Kamu calon haji jakarta harus daftar yaa, jangan menunggu tua untuk naik Haji, Naik Haji lebih enak masih Muda, tapi untuk calon haji jakarta manula belum terlambat kok, dan walau terasa daftar haji nya terlambat, ada pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, calon jamaah haji jakarta boleh daftar haji di daerah mana aja, asalkan Naik Haji Sesuai Sunah Rasulullah SAW, namun secara Ekonomis saran kami daftar di biro / travel Haji Jakarta Aja, kenapa… ini dia Alasnnya kamu lebih untung daftar haji di agen daftar haji Jakarta

  • Tentunya biro perjalanan haji jakarta, ber ibadah Haji dan Umroh sesuai tuntunan Quran dan Sunah
  • Calon Jamaah haji Jakarta cukup membayar tanda jadi (DP) Rp. 3,5 juta untuk umroh/haji reguler dan Rp. 5 juta untuk Haji Plus, selanjutnya bisa dicicil/menabung sendiri.
  • Silaturahmi bisa berkembang dan berlanjut seiring waktu untuk mengingat nikmatnya ber ibadah haji, silaturahmi dengan jamaah satu pembrangkatan dan kloter haji Insya Allah akan terpenuhi dengan Reuni Haji, jamaah se Jakarta dan daerah Lainnya.
  • Bila mempromosikan Umroh / Haji Reguler / Haji Plus melalui Sistem Kami, Jamaah  Haji atau Umroh berpeluang mendapatkan Umroh / Haji Reguler / Haji Plus Gratis, karena mendapatkan komisi yang besar, dan Anda bisa mendapatkannya sampai hari tua bahkan bisa diwariskan, hanya setelah yang bersangkutan membayar tanda jadi (DP) saja.
  • Selain beribadah, Anda juga bisa menolong orang lain untuk ibadah Umroh/Haji Plus sama seperti Anda
  • Dan jika Calon Haji Jakarta ingin berbinis haji, kami akan buatkan Profil kamu beserta kontaknya di web kami, dan bisa di promosikan san menjadi kontak utama di halaman travel haji jakarta
  • Kami juga memberi kemudahan untuk Alumni haji Jakarta, untuk membeli oleh oleh haji di jakarta dengan harga diskon

Berbagai macam kemudahan kemudahan dalam persiapan surat surat untuk naik haji calon jamaah haji jakarta seperti Pasport Haji dan Visa Haji, asalkan syarat syarat pembuatan Pasport Haji dan Visa Haji Jakarta lengkap, untuk kelengkapan syaratnya bisa di lihat di sini

Kemudahan Dalam Berkonsultasi haji atau Umroh untuk jamaah haji jakarta dan daerah lainnya, konsultasi haji/umroh dapat datang langsung , via telefon ataupun email, untuk mengetahui kontak konsultasi haji di Jakarta dan Daerah lainnya silahkan klik di sini

Atau jika kamu mau jadi tempat konsultasi haji umroh, langsung daftar aja jadi member bisnis haji/umroh kami, kamu bisa buka travel haji/umroh di Jakarta atau daerah kamu, dan akan kami promosikan di halaman kontak konsultasi haji/umrah, kamu akan di telefon banyak orang yang akan berkonsultasi dan ingin naik haji/umroh, keuntungan untuk agen travel jakarta dan travel haji/umroh daerah lainnya bisa di lihat di sini  apalagi kalau kamu sudah pernah berangkat haji/ umroh sayang kan kalau ilmu kamu gak di gunakan untuk kemashalatan ummat

Untuk Manasik Haji, calon haji jakarta dapat manasik haji di asrama haji jakarta, travel haji jakarta ,melaksanakan manasik haji di jakarta tiap tahunnya, di ikuti calon jamaah haji jakarta dan sekitarnya, untuk berita seputar haji jakarta dapat di ikuti selengkapnya di  berita haji

ONH, Ongkos naik haji   indonesia naik tiap tahunnya, ayo daftar sekarang, hubungi agen travel haji jakarta atau agen travel haji daerah kamu,   kami juga membuka peluang bisnis haji sebesar besar nya untuk kamu di jakarta dan sekitarnya

hubungi kami sekarang atau catat no telefon di kontak kami

KEAGUNGAN HAJI DALAM ISLAM

Oleh: Prof. Jawad Amuli

Haji adalah ibadah politis. Dampak-dampak politis dalam ibadah haji nampak sangat kentara. Demikian pula dampak-dampak ibadahnya, juga terlihat dalam (ibadah) politis ini.

Allah SWT menjadikan Kabah dan ibadah haji sebagai tanda-tanda keindahan dan kemuliaan-Nya. Tanda-tanda pemisahan diri dari kemusyrikan dan orang-orang musyrik dapat disaksikan dalam ibadah ini. Tawalli merupalan aspek ibadah yang menunjukkan keindahan Allah dan tabarri merupakan aspek politik yang menampakkan keagungan Allah. Sementara itu, ziarah ke Baitullah memberikan dampak pembersihan dan penyucian jiwa.

Haji, Sepanjang Masa dan Sejarah

 

Haji merupakan ritual ziarah Kabah dan kegiatan manasik yang dilakukan di sepanjang abad dan masa, dalam berbagai macam dan bentuknya. Kabah adalah rumah pertama yang dibangun dengan tujuan agar manusia beribadah dan menyembah Allah. Dan Kabah merupakan titik pusat pertama yang menarik para ahli ibadah menuju Allah SWT. Allah berfirman :

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi

bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata,

(diantaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu)

menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia

terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan

ke Baitullah. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban haji,

maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu)

dari semesta alam. (QS. Ali Imran : 96-97)

Tempat peribadahan Kabah juga disebut dengan Bakkah, yang berarti penuh sesak dan ramai. Ini menunjukkan bahwa Kabah merupakan pusat dunia yang didatangi oleh manusia dari seluruh penjuru di sepanjang masa. Ya, lantaran ramainya manusia yang berdatangan ke tempat peribadahan tersebut, maka dinamakanlah ia dengan Bakkah (Mekah).

Ketika Kabah diumumkan sebagai kiblat resmi kaum muslimin, pengikut Nabi Musa mengajukan protes, bagaimana mungkin kiblat dipindahkan dari Bait al-Maqdis ke Kabah? Kemudian, turunlah wahyu yang menjelaskan bahwa Kabah telah lebih dulu dibangun sebagai tempat peribadahan dibanding tempat-tempat ibadah lainnya.

Kabah merupakan rumah pertama yang digunakan untuk beribadah dan menyembah Allah SWT.  Ia dibangun dengan tujuan memberikan hidayah kepada seluruh manusia dan bangunan tersebut mengandungi banyak berkah. Hidayah Kabah tidak dikhususkan bagi umat dan masa tertentu saja. Namun, ia diperuntukkan bagi seluruh umat manusia sepanjang masa. Oleh karena itu, sejak zaman dahulu kala para penyembah berhala dari semua bangsa telah menghormati Kabah. lantaran berbagai faktor, mereka yakin bahwa menghormati Kabah adalah sebuah kewajiban.

Singkatnya, argumentasi yang membuktikan bahwa Kabah lebih dulu dibangun ketimbang Bait al-Maqdis merupakan jawaban atas protes yang diajukan oleh sebagian  pengikut agama samawi. Barangkali, dikarenakan protes inilah kemudian turun sebuah ayat yang menjelaskan bahwa Kabah adalah rumah yang tua. Tak ada tempat ibadah yang lebih tua ketimbang Kabah.

Haji, Kewajiban Manusia dari Seluruh Penjuru Dunia

 

Berziarah ke Kabah dan melaksanakan seluruh perintah Ilahi yang tercantum dalam Al-Quran tidaklah dikhususkan bagi sekelompok manusia di suatu negeri tertentu. Dalam melaksanakan ibadah haji, tak ada keistimewaan penduduk suatu kawasan dengan penduduk kawasan lain. Dalam perjalanan ruhani ini, mereka yang tinggal jauh dari tanah suci sama dengan mereka yang dekat. Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan yang menghalangi manusia

jalan Allah dan dari Masjidil Haram yang telah Kami jadikan

semua manusia,baik yang bermukim di situ maupun

yang datang dari luar di padang pasir. (QS. Al-Hajj : 25)

Menurut ayat mulia ini, masjid suci yang dibangun di sekitar Kabah adalah tempat shalat, doa dan thawaf bagi seluruh manusia secara sama. Tak ada perbedaan – dalam pelaksanaan ibadah – antara penduduk Mekah dengan para musafir yang datang dari berbagai belahan dunia.

Ringkasnya, dengan meneliti dan mengkaji berbagai sisi haji dalam sistem Islam, akan dapat diketahui dengan baik bahwa Islam adalah agama universal dan internasional. Islam yakin bahwa berangkat menuju Kabah adalah hijrah menuju Allah. Islam menganggap hijrah ini adalah sebuah keharusan bagi seluruh penduduk di berbagai belahan dunia. Sebab, seluruh agama Ilahi menyatakan bahwa haji adalah sebuah sistem Ilahi yang resmi. Begitu populernya ibadah ini, sehingga pelaksanaan haji dijadikan rujukan bagi perhitungan tahun. Karena itu, dalam hal perjanjian antara Nabi Musa as dan Nabi Syu’aib as, delapan tahun disebut dengan delapan musim haji.

Para Pendiri Kabah

Kabah didirikan atas perintah Allah oleh tangan dua orang nabi nan agung dan mulia, Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Bangunan yang didirikan dengan kemurnian dan keikhlasan hati pendirinya, memberikan bentuk khusus yang bercampur dengan kesucian dan keikhlasan hati, dimana dalam membangun dan mendirikannya tidak lain hanya mengharapkan keridhaan Allah semata.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar

Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan Kami,

terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah

yang Maha MendengarlagiMahatahu.” (QS. Al-Baqarah : 127)

Tatkala dua pribadi agung itu membangun Kabah dan meninggikan dasar-dasarnya, dari kedalaman jiwa mereka yang suci dan bersih, dengan tulus keluar ucapan, “Wahai Tuhan! Terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Oleh karena itu, tujuan pembangunan Kabah dan tujuan hidup para pendirinya adalah semata-mata mengharapkan keridhaan Allah. Lantaran niat tersebut merupakan inti dan landasan pekerjaan itu, dan dalam mengerjakan bangunan itu tidak ada niat lain selain dan murni untuk Allah, maka dari sinilah nilai penting, keagungan dan kemuliaan Kabah menjadi terlihat dengan jelas.

Haji dalam Perspektif Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib

 

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Allah telah mewajibkan Anda berhaji ke riumah suci-Nya, yang merupakan kiblat bagi manusia yang datang kepadanya.” Beliau juga menambahkan, “Allah yang Mahasuci menjadikannya pertanda atas ketundukan mereka di hadapan keagungan-Nya dan pengakuan mereka akan kemuliaan-Nya. Ia memilih di antara ciptaan-Nya orang-orang yang ketika mendengar seruan-Nya, mereka menyambutnya dan membenarkan firman-Nya. Mereka berdiri pada posisi para nabi-Nya dan menyerupai para malaikat-Nya, yang mengelilingi mahligai-Nya, untuk mereguk segala manfaat dari pengabdian kepada-Nya dan bergegas untuk beroleh ampunan yang dijanjikan-Nya.” (Nahj al-Balaghah).

Allah SWT berfirman :

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,

yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

(QS. Ali Imran : 97)

Membuat Perjanjian dengan Haji

 

Agar sunnah Nabi Ibrahim ini tetap hidup di antara para nabi, mereka mengatur perjanjian, dari yang paling sederhana hingga janji yang paling penting, dengan haji atau menyebut bilangan waktu dengan musim haji. Misal, dalam peristiwa Nabi Syu’aib as mempekerjakan Nabi Musa as, isitilah waktu yang digunakan adalah musim haji.
Nabi Syu’aib as berkata kepada Nabi Musa as :

Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan

salah seorang di antara kedua anakku ini,atas dasar

bahwa engkau bekerja untukku selama delapan musim haji.

(QS. Al-Qashash : 27)

Delapan tahun disebut dalam bentuk delapan musim haji, Nabi Syu’aib as tidak mengatakan, “Kamu bekerjka untukku selama delapan tahun.” Tapi beliau berkata, ” Selama delapan musim haji.” Karena setiap tahun haji dilakukan sekali, maka sekali musim haji menunjukkan waktu satu tahun. Delapan musim haji artinya delapan tahun. Inilah perjanjian paling sederhana dengan menggunakan istilah musim haji.

Nabi Musa Kalimullah, ketika mencapai kedudukan kenabian, Allah SWT berkehendak mengatur perjanjian paling penting dengan nabi-Nya (ini). Lantaran penentuan waktu berada di tangan Allah dan bukan tanggung jawab Nabi Musa as, maka Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as : “Dan Kami telah janjikan kepada Musa (akan memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam.” (QS. Al-A’raf : 142).  Waktu empat puluh malam ini dimulai dari awal bulan Dzulqaidah hingga tanggal 10 bulan Dzulhijjah yang merupakan waktu bagi pelaksanaan ibadah haji yang paling penting. Empat puluh hari inilah waktu yang paling baik untuk menyucikan jiwa.

Dalam riwayat-riwayat disebutkan bahwa selama kurun 40 hari tersebut, Nabi Musa as tidak makan dan minum. Kerinduan akan perjumpaaan dengan Allahlah yang memberikan makanan spiritual kepada Nabi Musa as. Hasil dari semua itu adalah beliau memperoleh kitab suci Taurat pada tanggal 10 Dzulhijjah. Peristiwa ini adalah perjanjian terpenting antara makhluk dan Khalik, serta perjanjian paling sederhana di antara dua makhluk (Nabi Syu’aib as dan Nabi Musa as).

Sebagaimana kitab Taurat, dalam Al-Quran surah Ibrahim juga disebutkan tentang masalah haji, pembangunan Kabah, negeri yang aman, dan masalah-masalah lain sekaitan dengan fikih politik haji. Sekaitan dengan risalah Nabi Musa as, Allah berfirman :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa membawa ayat-ayat Kami. (Dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang, dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.” (QS. Ibrahim : 5)

Beda Haji dan Jihad

Rasulullah SAW bersabda, “Tiada hari-hari lebih suci, di sisi Allah, dan lebih besar pahalanya daripada berbuat baik pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.”

Terdapat hadis kedua, yang lebih tinggi (berbobot) ketimbang hadis pertama, “Tiada hari-hari, yang mana beramal baik didalamnya lebih dicintai di sisi Allah, daripada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.” Kata lebih dicintai lebih berbobot dibanding dengan kata lebih suci.

Oleh karena itu, almarhum Mirza Jawad Milki Tabrisi berpendapat bahwa hadis kedua lebih penting ketimbang hadis pertama. Rahasia pentingnya hadis kedua ini terletak pada penggunaan kata cinta dan bukan keagungan. Dalam kedua riwayat ini, sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah jihad di jalan Allah tidak lebih dicintai ketimbang beramal di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, jihad di jalan Allah pahalanya tidak seperti beramal pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.” Akan tetapi, agar masalah ini menjadi jelas, sehingga kita bisa membedakan antara jihad dan mati syahid, Rasulullah SAW menambahkan, “Jihad adalah suatu perbuatan, (sementara) mati syahid dan mengorbankan harta adalah perbuatan lain. Setiap orang yang pergi ke medan pertempuran, dia tidak mendapatkan pahala 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, kecuali seorang pejuang yang keluar dengan mengorbankan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali lagi (mati syahid).”

Setiap orang, di setiap masa, bila sampai pada derajat mati syahid, kematiannya memberikan nilai berharga dan kebanggaan bagi waktu dan sejarah. Di setiap tanah, bila dia meneteskan darahnya, maka tanah tersebut beroleh kemuliaan. Cobalah Anda secara berulang, membaca doa Ziarah al-Waris dan Ziarah Asyura, di dalamnya akan Anda temukan penjelasan bahwa tanah yang tersirami darah para syuhada adalah tanah yang mulia. Dalam doa ziarah, misalnya, dikatakan, “Kalian menjadi mulia dan demikian pula tanah tempat kalian dimakamkan menjadi mulia pula.”

Ya, orang yang mati syahid, kematian syahidnya merupakan hal lain yang berbeda dengan jihad. Boleh jadi, seorang pejuang beroleh kematian syahid dan boleh jadi pula, ia tidak menjadi syahid. Apabila jihadnya berujung pada kematian di jalan Allah, maka tak ada kebaikan yang akan mampu menandinginya. Dalam Al-Quran Al-Karim difirmankan : Dan tanah yang subur mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya atas izin Tuhannya. Benar, tanah yang subur memberikan bebuahan bermanfaat bagi banyak orang atas izin Allah SWT.

Sekarang, timbul pertanyaan : Apakah hanya ibadah haji saja yang lebih tinggi dari jihad? Apakah karena ibadah haji memuat kandungan politik, ia lebih berbobot ketimbang ibadah biasa? Untuk menjawab pertanyaan ini, hendaklah Anda meneliti dan memahami peristiwa apa yang terjadi di bulan Dzulqaidah dan Dzulhijjah.

Peristiwa terpenting yang terjadi di bulan Dzulqaidah adalah terangkatnya permukaan tanah di bawah bangunan Kabah. Ya, pada tanggal 25 Dzulqaidah terjadi peristiwa tersebut yang disebut Dahwul al-Ardh.

Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah terjadi peristiwa penting lainnya, yaitu turunnya surah Al-Bara’ah (At-Taubah) dan penyampaian sikap berlepas diri dari orang-orang musyrik, yang disampaikan oleh Imam Ali bin Abi Thalib pada saat pelaksanaan ibadah haji. Allah berfirman :

Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia

pada hari haji akbar,bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya

berlepas diri dari orang-oprang musyrikin. (QS. At-Taubah : 3)

Ayat tersebut menjelaskan tentang al-tabarri (berlepas diri dari orang-orang musyrik). Ketika menurunkan wahyu ini, Allah menurunkan perintah kepada Nabi-Nya : Tidak boleh menyampaikan surat ini, kecuali engkau atau laki-laki yang berasal darimu. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memberikan perintah kepada Ali bin Abi Thalib untuk menyampaikan surat (ayat) ini kepada orang-orang yang tengah melakukan ibadah haji.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa haji memiliki banyak keutamaan dari berbagai siisinya. Sekarang, jelaslah mengapa haji memiliki dasar yang sangat dalam, mengapa para nabi berupaya keras menyampaikan pesan mereka dari samping Kabah, sehingga sampai ke seluruh dunia. Apabila haji hanya memiliki sisi ibadah saja, dan sekedar thawaf mengelilingi Kabah, maka ibadah haji Islam tak jauh berbeda dengan ritual haji di zaman jahiliah.

 

SEBUAH PELAJARAN PENTING

Oleh : Ali Syariati

Peristiwa Imam Husain meninggalkan Mekah menuju Karbala dan terbunuh di sana sebelum menyelesaikan ibadah hajinya, merupakan pelajaran yang lebih penting dibandingkan syahadatnya. Ia tidak menyelesaikan ibadah hajinya untuk memberi pelajaran kepada para pelaku haji, yang shalat dan meyakini tradisi Ibrahim as, bahwa jika tidak ada kepemimpinan (imamah) dan tidak ada pemimpin yang sejati, jika “Husain” tidak ada di sana sementara “Yazid” ada di sana, maka melakukan tawaf mengelilingi rumah Allah adalah sama dengan melakukan tawaf mengelilingi rumah berhala. Orang-orang yang melanjutkan tawafnya sementara Imam Husain pergi ke Karbala, tidaklah lebih baik dari mereka yang bertawaf mengelilingi istana hijau Muawiyah. Apakah bedanya haji, sebagai sunnah Ibrahim as sang pembasmi berhala, dilakukan di ‘rumah Tuhan’ atau di ‘rumah manusia’? Apa yang terjadi pada haji tahun itu? Pusaran arus manusia yang sedang sibuk bertawaf. Wajah mereka menunjukkan penuh kekhusyukan dan hati mereka pun terbakar api cinta. Semua orang sedang memenuhi undangan Allah. Kecintaan terhadap agama, keagungan Islam, rasa takut kepada Tuhan dan azab hari kiamat serta hasrat untuk beribadah menjadi pendorong umat yang terpilih untuk bertawaf mengelilingi Kabah.

Di antara wajah-wajah itu nampaklah, para sahabat Nabi SAW, beberapa Muslim awal, para pahlawan perang jihad, para penakluk negeri-negeri kafir, mereka yang menghancurkan rumah berhala di muka bumi, mereka yang hidup dalam bimbingan Al-Quran dan mengikuti Sunnah Nabi SAW serta para pemimpin spiritual. Semuanya meninggalkan urusan duniawi mereka.  Dengan penuh kecintaan kepada Allah SWT mereka menyaksikan surga yang menari-nari di depan mata mereka, para bidadari yang terpesona dengan wajah-wajah mereka yang saleh dan para malaikat yang memanggil-manggil mereka dari langit. Sementara Jibril as menghamparkan sayap-sayapnya di bawah kaki mereka, mereka khusyuk melakukan tawaf.

Siapakah orang yang dengan sebegitu bulat tekadnya dan bergejolak amarahnya meninggalkan arus tawaf kaum Muslim yang begitu padat dan meninggalkan ‘kota yang suci, aman dan penuh cinta’ ini? Sesudah semua kaum Muslim menghadap ke arah Kabah hendak kemanakah dia? Mengapa ia tidak berbalik untuk menyaksikan lingkaran arus manusia yang sedang bertawaf mengelilingi rumah Ibrahim as untuk menghadapi tantangan Namrud dan berlari-lari di antara Shafa dan Marwa yang menunjukkan kesia-siaan usaha yang telah mereka lakukan. Dari Arafah, yang merupakan tempat permulaan sejarah atau fase pertama dari kunjungan Adam as dan Hawa di bumi, mereka di bawa ke Masy’ar dalam kegelapan. Di negeri kesadaran ini – di mana tidak ada lagi hamba-hamba kebodohan – mereka disuruh tidur sepanjang malam dan menjelang fajar mereka bergerak laksana sekawanan hewan menuju negeri Mina. Ketiga kejahatan trinitas berada di sana. Seakan bercanda dengan Ibrahim as dan memperdayai Allah SWT, mereka melempar beberapa butir kerikil ke wajah-wajah tiga tuhan palsu yang telah mereka sembah sepanjang hidup mereka. Mereka membunuh domba sebagai simbol dari nasib mereka yang malang.

Mereka bagaikan hewan dan tiga tuhan palsu – yang memanfaatkan daging, kulit, susu dan bulunya – memperoleh kekuasaan dan menghiasi meja mereka. Orang-orang miskin ini selalu dikorbankan atas permintaan tuhan-tuhan palsu ini. Darah mereka mengalir dan ditampung di dalam kendi-kendi istana hijau, Masjid Dhirar dan persemakmuran Karun. Akhirnya, untuk menunjukkan kepatuhan mereka kepada tuhan-tuhan ini mereka harus mencukur kepala mereka. Para penindas telah memperalat kebodohan untuk mencapai tujuannya. Mereka adalah kaum konservatif yang tangannya berlumuran darah fakta-fakta. Jika manusia-manusia ini tidak ada – pada setiap generasi dan zaman – maka ada alasan untuk syahid. Kejahatan menyembunyikan diri di balik topeng-topeng kesucian dan kesalehan. Inilah para pelaku ibadah haji yang dibisiki oleh berhala-berhala dan mengorbankan Ismail di hadapan namrud dengan tangan mereka sendiri. Kemudian mereka merayakan hari ‘pengorbanan manusia’ atau ‘pengorbanan Ismail di zamannya’. Mereka membalikkan badan ke arah Kabah dan menghadap kiblat kehidupan mereka yang menyedihkan, seraya berkata pada diri mereka sendiri : “persetan dengan dunia ini, mari kita bekerja untuk mendapatkan surga akhirat.” Karena merasa gembira dengan nikmatnya kehidupan setelah mati, mereka tertidur lelap di atas debu hangat dari lantai dapur dan menikmati sisa-sisa santapan di atas meja sang perampok yang menjadi tuannya.